Minggu, 29 Oktober 2017

Definisi Pertumbuhan Ekonomi

Definisi Pertumbuhan Ekonomi 
Pertumbuhan ekonomi (economic growth) didefinisikan sebagai peningkatan dalam kapasitas suatu bangsa jangka panjang untuk memproduksi aneka barang dan jasa bagi rakyatnya. Kapasitas itu bertumpu pada kemajuan teknologi produksi. Secara konvensional, pertumbuhan diukur dengan kenaikan pendapatan nasional (PNP, GNP) perkapita.[1]

Pembangunan ekonomi (economic development) adalah suatu konsep yang lebih luas. Konsep ini mencakup juga modernisasi lembaga, baik yang bersifat ekonomi, seperti pemerintah, kota, desa, cara berpikir, tidak saja yang berkenaan dengan tujuan agar dapat memproduksi secara efisien, melainkan juga agar mengkonsumsi secara rasional dan hidup lebih baik. Kesemuanya itu membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi dan mendahului atau berbarengan dengan perubahan sosial.
Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip"memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan". Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.
Dalam proses pembangunan berkelanjutan terdapat proses perubahan yang terencana, yang di dalamnya terdapat eksploitasi sumber daya, arah investasi beorientasi pada pengembangan teknologi, dan perubahan kelembagaan yang kesemuanya ini dalam keadaan yang selaras, serta meningkatkan potensi masa kini dan masa depan untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga aspirasi masyarakat. Pembangunan berkelanjutan tidak saja terkonsentrasi pada isu-isu lingkungan lebih luas tetapi, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan : pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan Iingkungan atau disebut juga dengan pembangunan 3 (tiga) pilar pembangunan berkelanjutan.
Untuk suatu proses pembangunan berkelanjutan, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut;
1.Cara berpikir yang integratif. Datam konteks ini, pembangunan haruslah melihat keterkaitan fungsional dari kompleksitas antara sistem alam, sistem sosial di dalam merencanakan, mengorganisasikan maupun melaksanakan pembangunan tersebut.
2.Pembangunan berkelanjutan harus dilihat datam perspektif jangka panjang. Hingga saat ini yang banyak mendominasi pemikiran para pengambil keputusan datam pembangunan adalah kerangka pikir jangka pendek, yang ingin cepat mendapatkan hasil dari proses pembangunan yang dilaksanakan.
3. Mempertimbangkan keanekaragaman hayati, untuk memastikan bahwa sumber daya alam selalu tersedia secara berkelanjutan untuk masa kini dan masa mendatang.
4. Distribusi keadilan sosial ekonomi. Dalam konteks ini dapat dikatakan pembangunan berkelanjutan menjamin adanya pemerataan dan keadilan sosial yang ditandai dengan meratanya sumber daya lahan dan faktor produksi yang lain, lebih meratanya akses peran dan kesempatan kepada setiap warga masyarakat, serta lebih adilnya distribusi kesejahteraan melalui pemerataan ekonomi. [2]
Konsep pembangunan berkelanjutan di atas, dapat disimpulkan bahwa definisi pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa yang akan datang. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.
Setiap tahap, tujuan pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi, namun dengan dasar pertimbangan aspek-aspek yang semakin komprehensif dalam tiap tahapannya. Tahap pertama dasar pertimbangannya hanya pada keseimbangan ekologi. Tahap kedua dasar pertimbangannya harus memasukkan aspek keadilan sosial. Tahap ketiga, semestinya dasar pertimbangan dalam pembangunan mencakup pula aspek aspirasi politis dan sosial budaya dari masyarakat. Untuk itu, keberhasilan pembangunan berkelanjutan dapat dilihat dari indikator pembangunan, yaitu ekonomi, ekologil lingkungan, sosial, politik, dan budaya.




[1] Gerardo P. Sicat, H. W. Arndt, Ilmu Ekonomi Untuk Konteks Indonesia, ter. Nirwono, (Jakarta: LP3ES, 1991), hlm. 344.
[2] Ngusmanto. Pemikiran dan Praktik Administrasi Pembangunan. (Jakarta:Mitra Wacana Media.2015) hlm 101.