Definisi Pertumbuhan
Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi (economic
growth) didefinisikan sebagai peningkatan dalam kapasitas suatu bangsa
jangka panjang untuk memproduksi aneka barang dan jasa bagi rakyatnya.
Kapasitas itu bertumpu pada kemajuan teknologi produksi. Secara konvensional,
pertumbuhan diukur dengan kenaikan pendapatan nasional (PNP, GNP) perkapita.[1]
Pembangunan ekonomi (economic
development) adalah suatu konsep yang lebih luas. Konsep ini mencakup juga
modernisasi lembaga, baik yang bersifat ekonomi, seperti pemerintah, kota,
desa, cara berpikir, tidak saja yang berkenaan dengan tujuan agar dapat
memproduksi secara efisien, melainkan juga agar mengkonsumsi secara rasional
dan hidup lebih baik. Kesemuanya itu membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi dan
mendahului atau berbarengan dengan perubahan sosial.
Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang
berprinsip"memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan
kebutuhan generasi masa depan". Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk
mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran
lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan
sosial.
Dalam proses pembangunan berkelanjutan terdapat proses
perubahan yang terencana, yang di dalamnya terdapat eksploitasi sumber daya,
arah investasi beorientasi pada pengembangan teknologi, dan perubahan
kelembagaan yang kesemuanya ini dalam keadaan yang selaras, serta meningkatkan
potensi masa kini dan masa depan untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga aspirasi
masyarakat. Pembangunan berkelanjutan tidak saja terkonsentrasi pada isu-isu
lingkungan lebih luas tetapi, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup
kebijakan : pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan Iingkungan
atau disebut juga dengan pembangunan 3 (tiga) pilar pembangunan berkelanjutan.
Untuk suatu proses pembangunan berkelanjutan, maka perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut;
1.Cara berpikir yang integratif.
Datam konteks ini, pembangunan haruslah melihat keterkaitan fungsional dari
kompleksitas antara sistem alam, sistem sosial di dalam merencanakan,
mengorganisasikan maupun melaksanakan pembangunan tersebut.
2.Pembangunan berkelanjutan harus
dilihat datam perspektif jangka panjang. Hingga saat ini yang banyak mendominasi
pemikiran para pengambil keputusan datam pembangunan adalah kerangka pikir
jangka pendek, yang ingin cepat mendapatkan hasil dari proses pembangunan yang
dilaksanakan.
3. Mempertimbangkan keanekaragaman
hayati, untuk memastikan bahwa sumber daya alam selalu tersedia secara
berkelanjutan untuk masa kini dan masa mendatang.
4. Distribusi keadilan sosial
ekonomi. Dalam konteks ini dapat dikatakan pembangunan berkelanjutan menjamin
adanya pemerataan dan keadilan sosial yang ditandai dengan meratanya sumber
daya lahan dan faktor produksi yang lain, lebih meratanya akses peran dan
kesempatan kepada setiap warga masyarakat, serta lebih adilnya distribusi
kesejahteraan melalui pemerataan ekonomi. [2]
Konsep pembangunan berkelanjutan di atas, dapat
disimpulkan bahwa definisi pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan
yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan
kebutuhan generasi masa yang akan datang. Salah satu faktor yang harus dihadapi
untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki
kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan
keadilan sosial.
Setiap tahap, tujuan pembangunan adalah pertumbuhan
ekonomi, namun dengan dasar pertimbangan aspek-aspek yang semakin komprehensif
dalam tiap tahapannya. Tahap pertama dasar
pertimbangannya hanya pada keseimbangan ekologi. Tahap kedua dasar pertimbangannya harus memasukkan aspek keadilan
sosial. Tahap ketiga, semestinya
dasar pertimbangan dalam pembangunan mencakup pula aspek aspirasi politis dan
sosial budaya dari masyarakat. Untuk itu, keberhasilan pembangunan
berkelanjutan dapat dilihat dari indikator pembangunan, yaitu ekonomi, ekologil
lingkungan, sosial, politik, dan budaya.